Apr 5, '08 12:02 AM
for everyone
Iya, saya matre.
Saya suka uang. Saya suka mencari uang. Saya tak takut berkeringat mendapatkan uang. Kesuksesan tak ada artinya bagi saya kalau tidak disertai uang. Jadi terkenal juga tak penting, saya tak keberatan ada di belakang layar atau dibawah bayang-bayang orang lain. Asalkan uang yang saya dapat setara, saya akan puas.
Saya juga suka mengelola uang. Tapi di sini saya sedikit kontradiktif.
Di satu sisi, saya senang sekali membelanjakan uang saya untuk membahagiakan orang-orang yang saya pilih. Saya senang membantu orang-orang yang saya pilih untuk memperbaiki hidup mereka dengan kekuatan uang yang saya miliki. Pilih kasih? Iya. So what? It’s my money. I earn it, I get to use it as I see fit.
Di sisi lain, saya tidak suka membelanjakan uang untuk diri sendiri. Saya tidak suka belanja ini itu. Saya jarang sekali makan di restoran. Saya nyaris tidak pernah berhura-hura. Saya suka membiarkan uang saya terkumpul dan memakainya untuk tujuan-tujuan besar. Pelit? Iya lah. Saya mencari uang dengan susah payah, tidak mungkin saya akan menghamburkannya begitu saja.
Kepala saya selalu berisi uang. Apa yang saya lakukan hari ini untuk mendapatkannya. Apa yang tidak boleh saya lakukan untuk membelanjakannya. Berapa yang harus saya sisihkan bulan ini untuk keperluan itu. Berapa banyak saya bisa menabung. Kapan saya bisa pensiun dan makan bunga ongkang-ongkang kaki.
Saya juga punya penyakit dalam hal uang. Sekali saja saya berhenti memikirkan uang, saya bisa kehilangan kendali atas keuangan saya selama berbulan-bulan. Akibatnya berat, rencana saya buyar. Bulan demi bulan bisa lewat tanpa saya tahu berapa yang seharusnya bisa saya tabung dan kemana saja semua uang itu pergi.
Kalau saya harus memilih antara memikirkan uang 24 jam sehari dan kehilangan kendali selama berbulan-bulan, saya akan memilih yang pertama.
Matre forever!
Monday, February 23, 2009
Jangan Bilang Ibumu
Apr 6, '08 7:46 AM
for everyone
Saya tidak ingin pergi kondangan. Meskipun dia bagian dari keluarga besar ibu kamu. Meskipun cuma di belakang rumah kita. Saya penat setelah seharian bekerja dan berpanas-panasan di bawah matahari Jakarta yang terik. Di hari Sabtu pula.
Sekarang saya sudah di rumah. Saya tidak ingin memenuhi kewajiban sosial apapun dari siapapun. Saya tidak ingin susah payah mandi, berdandan, lalu datang sekedar untuk bersalaman, makan apa yang tersisa dan pulang. Saya ingin main dengan anak saya. Lalu saya ingin tidur. Atau bengong di ranjang mengosongkan otak. Atau bercinta denganmu supaya penat saya hilang.
Saya cinta kamu karena kamu menjawab: "Tenaaaang...ini rahasia kita berdua!"
Saya cinta kamu karena kamu mengunci pintu dan menuntun saya ke kamar.
Saya cinta kamu karena kamu menghilangkan penat saya.
for everyone
Saya tidak ingin pergi kondangan. Meskipun dia bagian dari keluarga besar ibu kamu. Meskipun cuma di belakang rumah kita. Saya penat setelah seharian bekerja dan berpanas-panasan di bawah matahari Jakarta yang terik. Di hari Sabtu pula.
Sekarang saya sudah di rumah. Saya tidak ingin memenuhi kewajiban sosial apapun dari siapapun. Saya tidak ingin susah payah mandi, berdandan, lalu datang sekedar untuk bersalaman, makan apa yang tersisa dan pulang. Saya ingin main dengan anak saya. Lalu saya ingin tidur. Atau bengong di ranjang mengosongkan otak. Atau bercinta denganmu supaya penat saya hilang.
Saya cinta kamu karena kamu menjawab: "Tenaaaang...ini rahasia kita berdua!"
Saya cinta kamu karena kamu mengunci pintu dan menuntun saya ke kamar.
Saya cinta kamu karena kamu menghilangkan penat saya.
Little Things that Make a Perfect Day
Apr 29, '08 10:58 AM
for everyone
1. Bunga dari suami, seorang lelaki biasa yang alergi romantisme tapi sukses beli bunga untuk pertama kali dalam hidupnya. Bunga itu lalu diberikan untuk istri yang baru pertama kali menerima bunga dalam hidupnya. Thank you, Ayah.
2. Petualangan ketika dia mengumpulkan keberanian mencari dan mendatangi si tukang bunga dan malu-malu bertanya gimana caranya beli bunga, berapa harganya, dll, jadi cerita indah pengantar kita tidur semalam. Itupun setelah didahului oleh sesi narsis memfoto-foto si bunga pake HP.
Happiness IS in the little things...
*Note, big things don't hurt either: solitaire pink diamond, a trip to Ujung Kulon, a new gold watch, the list is endless :P
for everyone
1. Bunga dari suami, seorang lelaki biasa yang alergi romantisme tapi sukses beli bunga untuk pertama kali dalam hidupnya. Bunga itu lalu diberikan untuk istri yang baru pertama kali menerima bunga dalam hidupnya. Thank you, Ayah.
2. Petualangan ketika dia mengumpulkan keberanian mencari dan mendatangi si tukang bunga dan malu-malu bertanya gimana caranya beli bunga, berapa harganya, dll, jadi cerita indah pengantar kita tidur semalam. Itupun setelah didahului oleh sesi narsis memfoto-foto si bunga pake HP.
Happiness IS in the little things...
*Note, big things don't hurt either: solitaire pink diamond, a trip to Ujung Kulon, a new gold watch, the list is endless :P
Be a Man!

May 11, '08 10:43 PM
for everyone
It has GOT to be the most pointless, if not the most stupid, TV programme ever concocted by the mindless bunch who pretended to be TV producers.
"Gimana caranya mengembalikan seorang waria ke kodrat asalnya sebagai laki-laki? Melalui reality show terbaru Global TV yang satu ini, mereka akan dilatih seperti laki-laki sejati, yaitu tempaan ala militer. Setelah mereka melewati masa pelatihan ini, akan kita lihat perbedaannya !!!"
Really? Is that all it takes to be a man?
The ability to swing on a rope and climb up and down? A certain member of the animal kingdom comes to mind, but guess what? They STILL haven't changed into a man!
The mental capacity to stand the smell of putrid water poured all over their bodies by their so-called trainers, while millions of TV viewers (mostly men who need an ego boost) laugh at them squealing ? Is there anything magic in the water? Maybe it's all the pollutant in the river that somehow mutated into a substance able to transform sexually confused people into what or who their God-given genitals originally assigned. (Who even said that they have to stick with it?)
If that's all it takes then I can think of more suitable candidates for the show.
How about the straight man who was too busy screwing around and was bedazzled when he found out that his wife was in a lot of debt and instead of helping her, he threatened to divorce her? Apparently he thought that his (house)wife should've been able to raise 3 children with half of his 3 million rupiah salary while he spends the other half "being a man" -- his definition of a man is a dick that can get as many women, preferably virgins, into bed.
Put him on the show,
Let's see if it can transform him into a man.
Cos I don't think he is.
Back to Gaul!!
May 25, '08 12:57 PM
for everyone
So here's the fact: 2 tahun gw menikah, 2 tahun juga kata "pertemanan" seperti menghilang dari daftar prioritas gw. Ditambah gw langsung hamil dan bikin sekolah. Anak & suami, sekolah, dan emak & adik-adik gw sepertinya menempati lembar prioritas gw sehalaman penuh, sampe nggak ada tempat buat yg lain. Jangankan buat nongkrong ama temen, ngerawat badan sendiri aja selalu "kalah" dari urusan-urusan lain.
Emang, segala pilihan ada konsekuensinya. Dan bertambahnya urusan suami, anak dan bisnis adalah konsekuensi dari pilihan menikah, hamil dan punya sekolah sendiri. Kalo gak mau repot nambah urusan ya diem aja di kamar gak usah maju dan gak usah pengen ini itu. But then again, that's not living... Gw mendingan repot daripada bengong.
Tapi ya jujur, ada saat-saat dimana gw "gemes" krn ngerasa capek ngurusin orang lain tapi diri sendiri gak keurus. Muka tambah nggak mulus gara-gara gak ada waktu dan gak rela naro bujet buat ke dokter (yg satu jauh dan mahal, yg satu murah tp kudu spend 5 jam dari jam 7-12 siang... tolong deh!). "Tas pinggang" tambah tebel krn makan sekenanya apa yang bisa cepet dibeli, dan emang dari dulu males olahraga hehe.. Baju kerja udah bbrp tahun kaga ganti-ganti, mo belanja mesti nyari waktu dari jauh-jauh hari, pdhl kan sekarang sering ketemu klien, belom urusan sepatu... paling sebel belanja sepatu..
Sejak nikah, gak pernah lagi nongkrong ama temen sekedar makan, ngobrol, etc. Gak ada waktu lah, beda jadwal lah, terlalu malem malu ama mertua, bayi belom bisa ditinggal, obrolan gak nyambung, etc. Ya sok, nggak usah lah pake hang out segala...lah wong udah jadi emak-emak kok...ngapain sih masih nongkrong-nongkrong segala. Udah aja ngurus anak suami kerja dan nabung.
Hehe.... itu cuma kuat setahunan.
Abis itu mulai berontak: I need friends. I need to socialize. Ketemulah chatroom, multiply, etc. Mulai ketemu sesama emak-emak yang sehati ama gw. Thank God. One thing leads to another. Beberapa online buddy pun berubah status jadi temen. Real friends. Yang bisa diajak nongkrong, makan, ngobrol, tuker pikiran, tolong menolong, saling menyemangati, saling membahagiakan etc.
Dan gak berhenti sampe disitu. Gw mulai "berani" menerima/mengajukan ajakan ketemu temen tanpa bawa anak. Dulu kan salah satu alasan gak berani adalah rasa bersalah kalo gw meninggalkan anak barang semenit pun untuk urusan non-kerja. Lama-lama gw mulai tega ninggalin sejam dua jam lebih lama untuk ketemuan dulu ama temen, seminggu sekali atau sebulan sekali. And guess what? My daughter seems to be fine with it.
Sekarang ya udah... lembaran prioritas gw yang udah penuh itu, ditambah aja. Selembar lagi, isinya adalah daftar kegiatan yg gw lakukan to socialize: chatting, nge-blog, janjian ma temen, etc. Hopefully soon, gw bisa nambah selembar lagi yg isinya nama dokter kulit, jadwal olahraga, resep masakan sehat, dll...
M.E.N
Sep 22, '08 12:15 PM
for everyone
Men are like parking spots
The good ones are taken
And the ones that are left are handicapped or extremely small.
*I've just met a hot guy.
H.O.T. Seriously hot.
How many pints, you ask? None necessary.
Unfortunately, (or fortunately cos I'm a married woman) he's gay.
Darn!
for everyone
Men are like parking spots
The good ones are taken
And the ones that are left are handicapped or extremely small.
*I've just met a hot guy.
H.O.T. Seriously hot.
How many pints, you ask? None necessary.
Unfortunately, (or fortunately cos I'm a married woman) he's gay.
Darn!
Dewi Rocks!
Sep 24, '08 11:47 AM
for everyone
Update on my H.O.T student:
Kelar bikin silabus dan materi pelajaran pertama jam 00.45 am tadi pagi.
Kaga bisa tidur gw. Nervous abis. Dan kalo gw nervous gw jadi beser (ih, nyusahin!).
Mana deg-degan, mana gak bisa tidur, mana capek pula bolak-balik ke kamar mandi.
Jam 1.30 baru bisa tidur, sejam kemudian udah bangun lagi masak sahur. Trus maen ama anak gw yang ikut bangun sahur a.k.a ngacak-acak. Jam 4 tidur lagi dapet 2 jam. Lumayan.
Sampe kantor sejam lebih awal. Lumayan juga buat menenangkan diri hehe...
Sambil tak lupa dandan cantik.
To cut the story short:
Dori was wonderful.
Cakep,
sopan,
cerdas (materi gw dilahap abis),
easy going (kita santai aja gak tegang)
lucu,
dan dia muji-muji gw.....
Di akhir pelajaran gw minta feedback ttg pelajaran yg gw bikin:
is this lesson useful for you or not?
too easy or too difficult?
Katanya:
this is great
i need this
you did very good job
this is great
exactly what i need
you're well prepared
Ahh...pujian terindah bagi seorang guru.
Apalagi kalo yang ngomong H.O.T.
Dan gw kudu brenti ngomong H.O.T terus-terusan :P
for everyone
Update on my H.O.T student:
Kelar bikin silabus dan materi pelajaran pertama jam 00.45 am tadi pagi.
Kaga bisa tidur gw. Nervous abis. Dan kalo gw nervous gw jadi beser (ih, nyusahin!).
Mana deg-degan, mana gak bisa tidur, mana capek pula bolak-balik ke kamar mandi.
Jam 1.30 baru bisa tidur, sejam kemudian udah bangun lagi masak sahur. Trus maen ama anak gw yang ikut bangun sahur a.k.a ngacak-acak. Jam 4 tidur lagi dapet 2 jam. Lumayan.
Sampe kantor sejam lebih awal. Lumayan juga buat menenangkan diri hehe...
Sambil tak lupa dandan cantik.
To cut the story short:
Dori was wonderful.
Cakep,
sopan,
cerdas (materi gw dilahap abis),
easy going (kita santai aja gak tegang)
lucu,
dan dia muji-muji gw.....
Di akhir pelajaran gw minta feedback ttg pelajaran yg gw bikin:
is this lesson useful for you or not?
too easy or too difficult?
Katanya:
this is great
i need this
you did very good job
this is great
exactly what i need
you're well prepared
Ahh...pujian terindah bagi seorang guru.
Apalagi kalo yang ngomong H.O.T.
Dan gw kudu brenti ngomong H.O.T terus-terusan :P
Narcissism is Not Dead
Oct 27, '08 4:00 PM
for everyone
One morning in a public swimming pool,
lirik sana, lirik sini,
hmmm......banding-bandingin
hehe...suamiku paling ganteng
rambut sebahunya bikin tambah gemesin...
lirik lagi ke sana, lirik lagi ke sini,
hmmm.....
body suami juga (masih) oke
although the six pack that got me marrying him is forever gone :))
(sebenernya ada sih seorang bapak dengan six pack oke di sebelah sana
tapi nilainya langsung jatoh minus krn ada bekas tato selebar dada di atasnya:p)
lirik lagi lebih jauh,
semuanya ibu-ibu di dalem kolam, jagain anak masing-masing yang lagi berenang
which means laki gw adalah satu-satunya bapak yang lagi berenang sama anaknya
hehehe...suamiku emang okeh!
for everyone
One morning in a public swimming pool,
lirik sana, lirik sini,
hmmm......banding-bandingin
hehe...suamiku paling ganteng
rambut sebahunya bikin tambah gemesin...
lirik lagi ke sana, lirik lagi ke sini,
hmmm.....
body suami juga (masih) oke
although the six pack that got me marrying him is forever gone :))
(sebenernya ada sih seorang bapak dengan six pack oke di sebelah sana
tapi nilainya langsung jatoh minus krn ada bekas tato selebar dada di atasnya:p)
lirik lagi lebih jauh,
semuanya ibu-ibu di dalem kolam, jagain anak masing-masing yang lagi berenang
which means laki gw adalah satu-satunya bapak yang lagi berenang sama anaknya
hehehe...suamiku emang okeh!
Janda Semalam *not so bad, but no thank you
for everyone |
Bedanya gw sebelum dan sesudah merit?
Abis merit jadi manja: gak mau kemana-mana sendiri, kudu sama suami dan kudu naik motor.
Alasannya: gak sudi buang umur duduk di angkot or bis kena macet.
Keuntungannya: sambil bonceng gw bisa organize to do list gw hari itu, nelponin klien/guru/etc, bahkan nyiapin pelajaran, semua cuma dengan bantuan handphone tua di tangan. Jadi pas sampe kantor urutan kerja dan urusan admin gw udah rapih, gw bisa fokus ngajar.
Kegilaannya: banyak hal pernah gw lakukan sambil duduk manis di boncengan, mulai dari urusan kerjaan spt di atas, sarapan pagi dengan lontong dan ayam goreng, atau makaroni schotel (ini mah gampang), atau nasi goreng, bahkan dandan!
Iya, serius, sambil pake helm half face (lah iyalah gak mungkin kalo pake helm full face hehe), gw bersihin muka pake toner, trus pake peringkas pori, anti aging, sunblock, lalu bedak dan lipstik, cuma pensil alis aja yg mesti nunggu sampe gw tiba di kantor, secara helm gw melorot terus ke deket alis :))
The real truth: keliatan kan gw ketergantungan banget ama motor dan suami. Tapi di balik itu, alasan sebenarnya adalah gw parno kalo suami gw jauh dari gw. Bukannya takut dia ngapa-ngapain, justru khawatir dia kenapa-kenapa dan tidak ada gw untuk menolongnya.
Hubungannya ama judul di atas: Kemaren gw sarankan/ijinkan dia untuk nemenin fotografer sahabatnya, yang sering gw sebut "mantan"nya secara mereka kemana2 berdua sebelum ada gw, untuk photo hunting. Perjalanan mereka nggak tanggung-tanggung: Puncak, Curug Seribu Bogor, Ujung Genteng Sukabumi, dalam waktu dua hari semalam, berangkat Jumat pulang Sabtu sore. Nggak bawa apa-apa, cuma kamera. Rencananya mo numpang tidur di warung kecil yang banyak buka 24 jam.
Gw tahan-tahan seharian kemaren utk gak nelpon or sms nanya-nanya, tapi akhirnya kalah juga, sore gw nelpon dan ngeledek suami yang lagi nostalgia sama "mantan". Ketawa-ketawa sih, tapi sebenernya yang pengen gw tanya adalah: is everything ok? are YOU ok?
Well, gak usah ditanyalah, cukup tarik kesimpulan sendiri dari nada suaranya yang hepi banget di telpon.
Malem gw pulang sendiri, gak tahan juga untuk gak sms suami. Biasa, kalo gw lagi pulang sendiri naik taksi or angkot, gw pasti sms betapa macet jalanannya dan betapa susah cari angkotnya...sepertiganya ngilangin bete, sepertiganya berharap doi merasa bersalah membiarkan gw pulang sendiri hihihihihi......dan sepertiganya lagi menikmati perasaan disayangi pas dia duluan yang sms: "udah sampe mana lo say?"
Sampe rumah, sibuk ngurus anak. Heran juga, anak gw biasa bangun dini hari dan nanya: "Ayah ana?" Yang biasanya gw jawab: "Ayah tidur di depan" (emang dia suka ketiduran depan tv). Kadang anak gw trus turun dari ranjang, ke kamar depan menghampiri ayahnya dan mengelus-elus pipi or rambut ayahnya sambil bilang: "Ayaaang, ayah ayaaang, ayah angun yuk" dengan maksud ngajak ayahnya pindah ke ranjang. Tapi kemaren dari sore sampe malem anak gw nggak nanya sama sekali... cuma bangun jam 1 pagi dan nangis menjerit-jerit dan marah-marah gak jelas selama setengah jam. Hhhhh....kalo ada suami, kan tinggal teriak "Ayaaah"..meski kadang beliau gak bisa bantu, at least ada yang ikutan bingung hihihihi...
Sekarang udah pagi, semaleman gak ada sms or telpon, tadi pagi gw sms gak dibales. Gw mulai parno lagi. Gw telponin, HP dia dan dua HP sahabatnya semua gak aktif. Gw sms istri sahabatnya nanyain kalo ada kabar sejak semalem, belom dibales...istri si sahabat ini lagi seminar dua hari di Shangrila, so maybe dia sibuk, tapi tetep aja gw parno...what if somebody mugged them and stole their phones? what if they're hurt?
Barusan kepikiran, oiya ya, gw kan pernah ke Curug Seribu, dan waktu itu gw gak dapet sinyal.... lumayan rada tenang. Mudah2an mereka lagi di Curug Seribu. Tapi..... masak pagi-pagi udah sampe ke air terjunnya??? Kan gw sms jam 7 pagi tadi udah gak delivered. Gak mungkin lah sepagi itu udah sampe atas. Aduuuuh....parno lagi gw!
*daripada dia pergi sendiri, mendingan gw ikut atau dia gak pergi sama sekali...hhhh....
Souvenirs of Our Marriage
for everyone |
Sagging breasts, wider bum
Thicker tummy, slower brain
A scar on left knee, from an accident 15 months ago
A scar on right calf, from a mishap a year ago
Yet again,
Another scar on right ankle, from an accident just yesterday
Never knew that loving you could (literally) hurt so much!
Sayang, Kamu Matre Deh!
for everyone |
Katanya lelaki mudah tergoda oleh tiga hal: wanita, harta dan tahta.
Aku baru saja tahu yang mana kelemahanmu.
Tadi aku ajak kamu berpelukan barang semenit-dua, katamu males, mo nonton piala Euro.
Lalu kamu pergi dan duduk persis di depan TV dengan pandangan terpaku.
Trus aku inget bahwa besok pagi kita akan ke bank untuk buka deposito dan uang belum dirapihkan. Kuambil uang yang akan kita bawa besok, uang yang terkumpul lewat keringat dan air mata. Dan tiba-tiba aku punya ide utk ngisengin kamu.
Dengan gaya tante girang, aku lemparkan segepok uang itu ke tubuhmu sambil berkata: "Puaskan saya malam ini. Berapa harga kamu?" Kamu kaget dan segepok uang berikutnya melayang ke dadamu yang bidang. "Masih kurang? Ayo, berapapun kamu minta.." Kamu mulai tersenyum. Segepok yang ketiga kembali melayang "Cukup?" Kamupun tersenyum lebar.
Detik berikutnya kamu sibuk menghitung, menyusun dan merapihkan uang itu. Prancis-Rumania terlupakan. Sama sekali kamu gak nengok ke arah TV meskipun layarnya persis di samping mukamu. Dasar matre!
*Hahahahahaha...si abang cuma nyengir-nyengir waktu gw sampaikan kesimpulan gw bahwa dia cowok matre, tidak tergoda oleh wanita tapi tergoda oleh harta. Jawaban dia: kalo elu mah kan tiap malem ketemu, kalo duit gini kan jarang-jarang.... What???? Jadi maksudlu gw ngebosenin, gituh? Grrrrrrr! Ciaaaaaat! Bak! Buk! Gedebuk!
I Hate Tukul!
for everyone |
Ayah, abis Lebaran ke Lampung yuk!
hmmmm...(sambil asik nonton Tukul)
Asik deh Yah, ntar naik ferry 2 jam sambil menikmati udara laut. Lihat Anak Krakatau. Trus maen ke PasirPutih. Sekalian kondangan ke rumah murid gw.
hmmmm...(masih asik nonton Tukul)
Yah, duit ada kok. Tenang aja, kan lagi ada order translet. Cukup kok buat lebaran dan jalan-jalan. Udah gitu hotel dan transportasi di sana ditanggung ama murid gw Yah. Dia udah booking hotel untuk tamu dari Jakarta.
hmmmm...(tetep asik nonton Tukul)
Ayo dong Yah, aku pengen jalan neh. Kan udah lama gak jalan. Kemping terakhir udah beberapa bulan yang lalu. Aku gerah butuh hiburan.. stress nih..stress...
hahahahahahaha...(malah ngetawain Tukul)
Anjrit! Gw dicuekin!!!
Grrrrrrrhh!!!
My Best Friend
Paranoid
Gw kok jadi parno ama korporat-korporat besar yaaaa.....
Selain dari urusan kartu kredit kemaren, pengalaman buruk udah banyak dan masih nambah aja kayanya.
Urusan belanja di supermarket:
Gw pernah maki-maki staff HE*O Pasaraya Manggarai (ngakunya manajer, tapi kalo ngeliat argumennya yang o'on banget, gw gak yakin), gara-gara harga yang gw bayar lebih tinggi daripada yang tercantum di label rak. Gak cuma sekali, udah ada 2x gw belanja di situ yang gw membayar lebih dari harga yang tercantum. Biasanya males berantem, lah wong cuma satu barang dan selisihnya gak seberapa. Tapi ketiga kalinya kejadian begitu, EMPAT barang sekaligus yang nggak sesuai. Tipu-tipu banget sih! Kalo mahal ya mahal aja lah. Gak usah pake tipu-tipu segala.
Kali lain, di HER* dan beberapa supermarket lain juga pernah, gw beli ayam dan daging, trus gw simpan di kulkas semaleman, besoknya ternyata udah bau kadaluarsa padahal tanggal yang di label masih 2 hari lagi. Sekarang, kalo beli daging giling, ayam giling, or boneless breast yang diplastikin, selalu gw sobek plastiknya dan gw cium langsung biar gak kecolongan. Selebihnya mendingan belanja di tukang sayur yang lewat depan rumah.
Belom lagi urusan barang-barang kadaluarsa di bulan-bulan ini.
Toko mertua gw kecolongan nerima kiriman Sprite yang kadaluarsanya bulan Juli. Banyak pula. Padahal langsung dari distributor yang udah langganan bertahun-tahun.
Urusan HaPe:
Kemaren sore, gw coba tukar poin H*LO gw sebelum hangus tanggal 30 September. yang ada malah ngabis-ngabisin pulsa gw aja. Gw pengen poin gw dituker dengan pulsa dan/atau sms dan dikirim ke HP laki gw atau asisten gw. Yang ada, gw mesti sms berkali-kali dan selalu dibilang bahwa pilihan gw gak ada. Kalopun mau harus dituker dengan pulsa 50,000 tapi poin gw masih kurang dikit. Jadinya pemaksaan terselubung karena satu-satunya pilihan gw adalah menukar poin dengan nomor undian. Bah! Ngapain gw ikut undian-undian gak guna.
Mestinya bilang dong kalo udah berubah ketentuan dan produknya! Biasanya juga gw dapet newsletter barengan sama bill, tapi udah berbulan-bulan bill gw gak pernah dikirim.
Urusan Asuransi:
Mengingat situasi saham yang sedang jelek, gw berniat menghentikan sementara porsi inevstasi di polis suami. Iya gw tahu, harga saham turun justru saat yang tepat untuk berinvestasi, tapi kan return-nya masih lama. Jangka panjang. Sementara gw punya tujuan jangka pendek yang lebih urgent. Jadi gw dan suami berkeputusan bahwa akan lebih baik kalau porsi investasi itu dialihkan aja ke deposito di tempat lain selama 1-2 tahun. Ternyata kata agen gw, kaga boleh! Masa sih???? Nabung kan suka-suka gw, kok gak boleh berhenti dulu??? Toh premi asuransinya tetap jalan. Tapi rupanya "kebijakan" perusahaan emang begitu. Gw wajib untuk terus "menabungkan" uang gw ke mereka selama 2 tahun sebelum gw bisa merubah ini itu. Busyet! Kecolongan lagi. Ini yang gak kepikiran gw tanya waktu proses memilih asuransi dulu.
Oke, banyak yang bakal bilang bahwa sebagai konsumen mestinya kita teliti: cek tanggal kadaluarsa, cium bau, banyak nanya, baca semua klausa di perjanjian kartu kredit dan perjanjian asuransi etc, kritis, dll. But please deh, emangnya para korporat itu gak punya kewajiban untuk JUJUR?????????????????
Selain dari urusan kartu kredit kemaren, pengalaman buruk udah banyak dan masih nambah aja kayanya.
Urusan belanja di supermarket:
Gw pernah maki-maki staff HE*O Pasaraya Manggarai (ngakunya manajer, tapi kalo ngeliat argumennya yang o'on banget, gw gak yakin), gara-gara harga yang gw bayar lebih tinggi daripada yang tercantum di label rak. Gak cuma sekali, udah ada 2x gw belanja di situ yang gw membayar lebih dari harga yang tercantum. Biasanya males berantem, lah wong cuma satu barang dan selisihnya gak seberapa. Tapi ketiga kalinya kejadian begitu, EMPAT barang sekaligus yang nggak sesuai. Tipu-tipu banget sih! Kalo mahal ya mahal aja lah. Gak usah pake tipu-tipu segala.
Kali lain, di HER* dan beberapa supermarket lain juga pernah, gw beli ayam dan daging, trus gw simpan di kulkas semaleman, besoknya ternyata udah bau kadaluarsa padahal tanggal yang di label masih 2 hari lagi. Sekarang, kalo beli daging giling, ayam giling, or boneless breast yang diplastikin, selalu gw sobek plastiknya dan gw cium langsung biar gak kecolongan. Selebihnya mendingan belanja di tukang sayur yang lewat depan rumah.
Belom lagi urusan barang-barang kadaluarsa di bulan-bulan ini.
Toko mertua gw kecolongan nerima kiriman Sprite yang kadaluarsanya bulan Juli. Banyak pula. Padahal langsung dari distributor yang udah langganan bertahun-tahun.
Urusan HaPe:
Kemaren sore, gw coba tukar poin H*LO gw sebelum hangus tanggal 30 September. yang ada malah ngabis-ngabisin pulsa gw aja. Gw pengen poin gw dituker dengan pulsa dan/atau sms dan dikirim ke HP laki gw atau asisten gw. Yang ada, gw mesti sms berkali-kali dan selalu dibilang bahwa pilihan gw gak ada. Kalopun mau harus dituker dengan pulsa 50,000 tapi poin gw masih kurang dikit. Jadinya pemaksaan terselubung karena satu-satunya pilihan gw adalah menukar poin dengan nomor undian. Bah! Ngapain gw ikut undian-undian gak guna.
Mestinya bilang dong kalo udah berubah ketentuan dan produknya! Biasanya juga gw dapet newsletter barengan sama bill, tapi udah berbulan-bulan bill gw gak pernah dikirim.
Urusan Asuransi:
Mengingat situasi saham yang sedang jelek, gw berniat menghentikan sementara porsi inevstasi di polis suami. Iya gw tahu, harga saham turun justru saat yang tepat untuk berinvestasi, tapi kan return-nya masih lama. Jangka panjang. Sementara gw punya tujuan jangka pendek yang lebih urgent. Jadi gw dan suami berkeputusan bahwa akan lebih baik kalau porsi investasi itu dialihkan aja ke deposito di tempat lain selama 1-2 tahun. Ternyata kata agen gw, kaga boleh! Masa sih???? Nabung kan suka-suka gw, kok gak boleh berhenti dulu??? Toh premi asuransinya tetap jalan. Tapi rupanya "kebijakan" perusahaan emang begitu. Gw wajib untuk terus "menabungkan" uang gw ke mereka selama 2 tahun sebelum gw bisa merubah ini itu. Busyet! Kecolongan lagi. Ini yang gak kepikiran gw tanya waktu proses memilih asuransi dulu.
Oke, banyak yang bakal bilang bahwa sebagai konsumen mestinya kita teliti: cek tanggal kadaluarsa, cium bau, banyak nanya, baca semua klausa di perjanjian kartu kredit dan perjanjian asuransi etc, kritis, dll. But please deh, emangnya para korporat itu gak punya kewajiban untuk JUJUR?????????????????
What a Lovely Day!
When he asked me about what makes me laugh,
i said: my FRIENDS.
Then I told him,
about Bitching Anonymous, (that I was the founder makes him think I'm so funny)
and how we have a Bitching Session when we need one,
and how we don't really bitch about anyone in the sessions,
instead,
we have fun and smile and laugh a lot.
Because that's what friends do, they make you smile when you need one.
Without even saying anything.
And he thinks I'm smart. And he thinks I'm funny.
And me still think he's hot.
i said: my FRIENDS.
Then I told him,
about Bitching Anonymous, (that I was the founder makes him think I'm so funny)
and how we have a Bitching Session when we need one,
and how we don't really bitch about anyone in the sessions,
instead,
we have fun and smile and laugh a lot.
Because that's what friends do, they make you smile when you need one.
Without even saying anything.
And he thinks I'm smart. And he thinks I'm funny.
And me still think he's hot.
Keeping the Balance
Do you remember those times when things suck big time and yet you are expected to be mature, wise, strong and level-headed?
Remember those times when for days or weeks you put logic forward and emotion on hold, until suddenly you have this headache that keeps you awake all night?
Well, such headache requires a cure.
Not drugs (don't be stupid!).
Not smoking (nasty habit!).
Not sex (not for this kind of headache at least).
Not alcohol (though red wine or champagne would be nice).
See, this headache comes from being all mature and wise and strong and level-headed, from putting logic forward and from putting your emotion on hold. So, all you need to do is let go. Just be silly. Be weak. Cry like a little girl. A good cry. That's what you need.
Some people call it nervous breakdown.
I call it keeping the balance.
Remember those times when for days or weeks you put logic forward and emotion on hold, until suddenly you have this headache that keeps you awake all night?
Well, such headache requires a cure.
Not drugs (don't be stupid!).
Not smoking (nasty habit!).
Not sex (not for this kind of headache at least).
Not alcohol (though red wine or champagne would be nice).
See, this headache comes from being all mature and wise and strong and level-headed, from putting logic forward and from putting your emotion on hold. So, all you need to do is let go. Just be silly. Be weak. Cry like a little girl. A good cry. That's what you need.
Some people call it nervous breakdown.
I call it keeping the balance.
My First Born
1. WAS YOUR FIRST CHILD'S PREGNANCY PLANNED?
Well....sort of.... I wanted to wait. He wanted to have one right away. I let fate decide and it decided that the time had come.
2. WERE YOU MARRIED AT THE TIME?
Yaiyalah masa iya dong...
3. WHAT WERE YOUR REACTIONS?
I thought: This is cool, a new adventure.
4. WAS ABORTION AN OPTION FOR YOU?
Nope.
5. HOW OLD WERE YOU?
How old was I when I was pregnant? 29 th sekian bulan (3-4 months...can't remember exactly)
The baby came 3 weeks before my 30th birthday, the best birthday present EVER!
6. HOW DID YOU FIND OUT YOU WERE PREGNANT?
Feeling ajah hehe... Then I bought the test pack to confirm.
7. WHO DID YOU TELL FIRST?
He who was still sleeping that morning. It was a nice wake up call he said..
8. DID YOU WANT TO FIND OUT THE SEX?
Yes, but I wasn't really sure what I wanted. A boy would be great but a girl might be more emotionally equipped to handle (what I thought) my parenting style (would be). In the end it was a girl, perfect.
9. DUE DATE?
Mid April would've been the 40th week but she arrived in the 38th week of pregnancy. Also perfect.
10. DID YOU HAVE MORNING SICKNESS?
Not really...slightly nauseated but I had a great book to give me strategies to deal with it.
11. WHAT DID YOU CRAVE?
One week it was steak. Steak. Steak. Cheap steak. Expensive steak. Steak.
12. WHO/WHAT IRRITATED YOU THE MOST?
Hubby's calm and relaxed personality.
I thought he should be worrying to death about me and my pregnancy and whether I was gonna be alive after giving birth.
13. WHAT WAS YOUR FIRST CHILD'S SEX?
A girl. And don't let everybody else tell you otherwise!
14. DID YOU WISH YOU HAD THE OPPOSITE SEX OF WHAT YOU WERE GETTING?
Nope.
15. HOW MANY POUNDS DID YOU GAIN THROUGHOUT THE PREGNANCY?
9 kg. In the 8th month I had to have TWO ice cream everyday, doctor's order. Yummy!
16. DID YOU HAVE A BABY SHOWER?
Indonesian one, yes. My bule friend came bearing gifts though hehe..
17. WAS IT A SURPRISE OR DID YOU KNOW?
No surprise sadly.
18. DID YOU HAVE ANY COMPLICATIONS DURING YOUR PREGNANCY?
No, thank God. Looking back I can't believe it was "easy".
19. WHERE DID YOU GIVE BIRTH?
RSB Andhika.
20. HOW MANY HOURS WERE YOU IN LABOR?
4 hours. I came to the clinic at 5pm. My baby came at 8.42pm.
21. WHO DROVE YOU TO THE HOSPITAL?
A (miraculous) taxi driver. Never easy to find taxi in my area but that afternoon, a guy with tattoos all over his body and dreadlock hair (an artist named Rio) found us a taxi in less than 10 minutes. I'll never forget him for that.
22. WHO WATCHED YOU GIVE BIRTH?
Hubby, mother in law, Tagor the doc, 2 nurses.
One of the nurses said: "Ibu sengaja diet ya, biar bayinya kecil?"
Kalo gw tidak sedang dalam posisi tak senonoh, udah gw "beri" dia! Ngomong sembarangan! Gw nggak sebodoh itu lah ya: membahayakan kesehatan bayi demi supaya langsing. Huh!
23. WAS IT NATURAL OR C-SECTION?
All natural.
24. DID YOU TAKE MEDICINE TO EASE THE PAIN?
I asked for it (though I didn't really need/want one).
A minute later the pill came out again (in an embarrassing way).
So NO i didn't have any pain medicine.
27. HOW MUCH DID YOUR CHILD WEIGH?
2.6 kg. Enough for easy delivery heheh...
28. WHEN WAS YOUR CHILD ACTUALLY BORN ?
2 April 2007, 8.42pm.
30. WHAT DID YOU NAME HIM/HER?
Rheina (a cool modern first name)
Rinjani (a word related to nature, also the place where her parents first met)
Kurtubi (a word related to Islam, also her dad's last name so it will be like a surname. Perfect!)
For the second name, I was gonna use the word Mahameru if it was a boy, also the place where hubby proposed for the third time and I finally accepted.
31. HOW OLD IS YOUR FIRST BORN TODAY?
22 months old.
My pride and joy.
Subscribe to:
Comments (Atom)
