Jika kamu berpikir bahwa toilet time is the ultimate 'me' time: saat di mana kamu bisa damai sendirian, tanpa gangguan telepon, sms, YM, email atau teriakan dari manusia-manusia lain yang biasanya menginginkan sesuatu darimu,
maka kesabaran adalah ketika kamu mendapati dirimu jongkok di toilet di pagi buta memenuhi panggilan alam, sambil memeluk seorang bocah mungil yang ngotot menyusulmu lalu berdiri di sana memeluk lehermu dan merebahkan kepalanya di pundakmu, dan kamu tidak mengusirnya, karena kamu tahu bahwa tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa menenangkannya di saat ia sedang sakit seperti itu kecuali pelukanmu.
Jika kamu berpikir bahwa sariawan adalah hal yang paling menyebalkan: sakit tapi gak bisa cuti sakit, lapar tapi gak nafsu makan, males tapi harus sikat gigi,
maka kesabaran adalah ketika kamu mendapati matamu berkaca-kaca dan airmata mengalir tanpa bisa kamu tahan, sementara otakmu menjadi buntu akibat rasa sakit yang tiba-tiba menyengat setelah bocah mungil di pelukanmu (lagi-lagi) tidak sengaja membenturkan kepalanya tepat di bagian bibir yang sama yang sehari sebelumnya terluka (juga) karena hal yang sama, namun kamu tidak menuruti dorongan untuk berteriak-teriak memaki dunia melampiaskan rasa sakit itu karena kamu tahu bahwa bocah mungil tadi tidak bermaksud menyakitimu, ia hanya sedang gembira melihat pesawat lewat.
Jika kamu berpikir bahwa rambutmu adalah salah satu benda berharga yang kamu miliki,
maka kesabaran adalah ketika kamu menunggui seorang bocah mungil dipotong poninya, dan ketika ia selesai dan diijinkan turun dari bangku tinggi ia menghampirimu sambil menggenggam sisir merah jambu yang disambarnya dari rak kerja pemilik salon, lalu menyisir rambutmu beberapa kali, dan ketika kamu mengangkat kepalamu dari majalah yang sedang kamu baca, kamu menjerit menyadari bahwa sisir yang dipegang bocah mungil tadi adalah sisir silet, lalu kamu meraba sisi samping kepalamu dan mendapati helaian-helaian rambutmu berjatuhan ke lantai begitu banyaknya, namun kamu segera menghela nafas panjang dan melupakannya, supaya kamu bisa memeluk bocah mungil yang kini menangis sesenggukan karena kaget mendengarmu menjerit.
Jika kamu berpikir bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama untuk makan, tidur dan mandi,
maka kesabaran adalah ketika kamu mendapati dirimu berada dalam kondisi lapar, lelah dan lengket sekujur badan setelah bekerja sepanjang pagi siang dan sore, lalu terjebak macet di awal malam, dan yang kamu inginkan hanyalah kesempatan untuk mendapatkan hak-hak tadi, dan pada saat yang sama seorang bocah mungil memutuskan bahwa ia berhak mendapatkan perhatian orangtuanya setelah berpisah sepanjang pagi siang dan awal malam, dan ia begitu bersikeras mendapatkan perhatian itu dengan cara apapun termasuk menangis dan menjerit non-stop selama berjam-jam berikutnya, namun kamu tidak membiarkan suara-suara bising yang dikeluarkannya menghilangkan akal sehatmu yang mulai melemah karena rasa ngantuk,
karena kamu ingat bahwa penyesalan adalah nama dari perasaan yang akan muncul kalau kamu membiarkan akal sehatmu kalah dan mengikuti dorongan emosimu untuk menolak memeluknya dan justru memarahinya karena tidak berhenti menangis.
*as posted on my FB on Friday, November 13, 2009 at 9:57pm
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment