Friday, September 10, 2010

Tentang Kemesraan

Malam ini hari sudah mendekati penghujung malam, waktu yang biasanya dipakai sebagian besar manusia lain untuk memulai ritual tidur. Tapi seperti banyak malam lainnya di sebuah rumah di Depok, babak baru justru dimulai dengan kekompakan yang sudah terasah selama 4 tahun.

9.45 malam: Sepasang laki-laki dan perempuan turun dari motor, parkir di garasi, lalu mulai bergerak ke arah yang berbeda. Yang perempuan meletakkan tas di lantai ruang tamu, lalu menuju kulkas, meraup wortel buncis kentang dan ayam (atau apa saja yang kebetulan ada). Kemudian dia menuju rak piring, mengambil pisau, talenan dan gunting favoritnya, lalu menuju dapur. Yang laki-laki buka baju dan duduk manis di depan komputer lalu menyalakan komputer untuk menonton tivi (mereka sejak lama memutuskan untuk tidak punya pesawat TV di rumah).

10 malam: Si perempuan asyik di dapur mencuci, memotong, menggunting, mengukus dan membuat kuah gravy. Kepalanya yang tertunduk tekun justru pertanda bahwa dia mulai santai dan melupakan segala urusan kantor. Pada saat yang sama, si laki-laki asyik mengganti-ganti saluran tivi, berhenti sedikit lebih lama ketika menemukan siaran bola, sambil sesekali berkomentar ini itu tentang berbagai acara yang diputar. Komentarnya yang acak justru pertanda bahwa dia mulai santai dan melupakan kemacetan yang dihadapinya selama 2 jam non-stop pulang pergi menjemput istri.

10.15 malam: Setelah sayuran kukus dan gravy siap, tanpa perlu komando apapun, si lak-laki menuju dapur dan mengambil dada ayam, membelahnya jadi dua lalu mulai membuat crispy steak. Si perempuan? Melenggang ke kamar mandi dan mandi sepuasnyaaaa...lalu gantian menonton tivi dan fesbukan sambil menunggu steak matang.

10.30 malam: Si laki-laki datang menghampiri si perempuan di depan komputer sambil membawa dua piring steak dan dua cangkir berisi teh panas. Keduanya lalu duduk di lantai dan mulai makan sambil memuji kehebatan masing-masing: "Enak kan steaknya? Iya, enak, nggak kalah sama Country Steak kan? Iya, makasih say. Ini bikin gravy-nya gimana sih. Gini loh say... ".

11.15 malam: Makanan habis tandas, si perempuan kembali ke depan komputer fesbukan sambil menikmati segelas teh yang sekarang sudah pas hangatnya. Si laki-laki membereskan piring dan membawanya ke dapur.

11.25 malam: Keduanya duduk bersisian di depan komputer. Yang perempuan masih asik fesbukan sementara si laki-laki menonton tivi yang diperkecil ukurannya di pojok bawah layar monitor. Sesekali bertukar kata dan berita tentang sesuatu yang menarik di fesbuk atau tivi. Selebihnya sekedar menikmati kebersamaan.

Mereka meyakini bahwa tiap pernikahan adalah unik dan bahwa tiap pelaku di dalamnya dapat menciptakan aturan main yang terbaik sesuai kondisi mereka masing-masing, tanpa harus memaksakan diri memenuhi apa kata orang tentang "seharusnya". Salah satunya termasuk menikmati kebersamaan di larut malam ketika pagi hingga siang hari adalah milik buah hati, sedangkan siang hingga malam hari dibaktikan untuk rencana masa depan.

Happy Anniversary darling!

*as posted in FB on 7 May 2010

No comments:

Post a Comment